Jenis Limbah Industri yang Bisa Mempengaruhi Air Tanah

Penyumbang terbesar polusi air
tanah adalah industri, melalui
limbah yang dihasilkannya. Bagi
manusia, jenis-jenis polutan
yang terdapat dalam limbah
industri bahkan lebih berbahaya
dibandingkan pencemaran oleh
bakteri. Apa saja bahayanya?
Dampak langsung dari
pencemran air biasanya berupa
gangguan pencernaan seperti
diare atau disentri. Sementara
untuk jangka panjang, polutan
yang mencemari air bisa
terakumulasi dan memicu
dampak yang lebih serius
termasuk perubahan kromosom
dan gangguan kecerdasan.
Dibandingkan dengan polutan
biologis seperti bakteri dan
jamur, sumber polusi dari limbah
industri biasanya lebih
berbahaya karena banyak yang
bisa terkumulasi dalam tubuh.
Dampak jangka panjang akibat
akumulasi racun-racun tersebut
bisa berpengaruh juga pada
generasi berikutnya.
Bila tidak diolah dengan baik,
limbah industri bisa mencemari
perairan di sekitarnya. Racun-
racun itu bisa terserap masuk
ke tanah dan mencemari air
tanah, atau jika dialirkan ke
sungai maka bisa mencemari air
permukaan seperti danau atau
laut yang menjadi muara sungai
tersebut.
Jenis-jenis racun dalam limbah
industri yang sering mencemari
air antara lain sebagai berikut,
seperti dikutip dari water-
pollution.org, Kamis (24/2/2011).
Asbestos
Serat asbes merupakan salah
satu polutan paling berbahaya
karena bersifat karsinogen
atau memicu kanker. Bila
terhirup atau terminum
bersama air tanah, senyawa ini
bisa menyebabkan asbestosis
atau radang saluran penapasan
karena asbes, kanker paru-
paru, kanker usus dan kanker
hati.
Timbal dan merkuri
Keduanya termasuk logam
berat yang tidak bisa terurai
secara alami, sehingga sulit
dibersihkan jika sudah
mencemari perairan. Bagi
manusia dan hewan, logam
berat bisa terakumulasi dan
mengganggu fungsi enzim-enzim
di dalam tubuh. Dampaknya
antara lain terganggunya
gangguan pertumbuhan fisik
maupun kecerdasan.
Posphat dan nitrat
Penggunaan pupuk yang
berlebihan di industri pertanian
bisa memicu pencemaran
posphat dan nitrat di perairan
terdekat. Dampaknya adalah
booming alga akibat
eutrophication atau
peningkatan unsur hara yang
mengurangi kualitas air.
Pestisida
Limbah lain yang dihasilkan oleh
industri pertanian adalah
pestisida, misalnya DDT. Selain
terakumulasi pada jaringan
tanaman yang dimanakan,
limbah ini juga amencemari air
tanah dan bisa memicu
perubahan kromosom yang
berdampak pada mutasi genetik
pada generasi berikutnya.
Sementara itu, ketua
Departemen Kesehatan
Lingkungan Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas
Indonesia, Dr R Budi Haryanto,
SKM, MKes, MSc seperti yang
pernah ditulis detikHealth
menganjurkan agar masyarakat
mengujikan kualitas air
tanahnya agar terhindar dari
risiko yang tidak diinginkan.
Menurutnya, ada banyak
lembaga yang kompeten
melakukan uji semacam itu
misalnya dinas kesehatan
terkait atau perguruan tinggi
yang memiliki laboratorium kimia
analisis.
“Persyaratan dari Kementerian
Kesehatan adalah air yang
dikonsumsi harus terbebas dari
pencemar biologis, kimia dan
fisik. Masyarakat bisa mengetes
ketiganya dilaboratorium dan
satu paket harganya mungkin
sekitar 100 ribu,” ungkapnya
kepada detikHealth.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: